Pesan via SMS

Ketik : Nama Anda/Alamat Lengkap/Nama Produk/Jumlah
KIRIM KE: 0852 863 17 031

Senin, 21 Mei 2012

Larangan Meminta Jabatan dan Berambisi atasnya
 
Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari r.a, ia berkata, "Aku dan dua orang dari kaumku datang menghadap Nabi saw. Salah seorang mereka berkata, 'Ya Rasulullah angkatlah kami sebagai pejabatmu.' Satu orang lagi juga mengatakan perkataan yang sama. Lalu Rasulullah saw. bersabda, 'Kami tidak akan memberikan jabatan pemerintahan ini kepada orang yang meminta dan berambisi untuk mendapatkannya'," (HR BUkhori [7149] dan Muslim [1733]).

Baca Selengkapnya klik...

Senin, 14 Mei 2012

Jadikanlah Akhirat Sebagai Tujuan Utama

Demikian dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu pernah mendengar beliau bersabda:

مَنْ كَانَتِ اْلآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فـِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ
 
“Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, Allah akan jadikan kekayaan dalam hatinya, dan Allah kumpulkan baginya urusannya yang tercerai-berai, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tidak suka kepadanya. Dan barangsiapa yang dunia menjadi cita-citanya, Allah akan jadikan kefakiran di depan matanya, Dia cerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali hanya apa yang telah ditentukan baginya.” 
(HR. At-Tirmidzi no. 2465, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih)

Baca Selengkapnya klik...

Hati - hatilah terhadap Fitnah Dunia


اِنًّ للهَ عِبَادًا فَطَنَا   طَلَقُوا الدُّنْيَا وَخَافُوا الفَتَنَا
نَظَرُوا فِيهَا فَلَمَّا عَلِمُوا  اِنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيَّ وَطَنَا
جَعَلُواهَا لُجَّةً وَاتَّخَذُوا صَالِحَ الاَعْمَالِ فِيهَا سَفَنَا

Allah memiliki hamba-hamba yang cerdas
Mereka mencerai dunia dan takut berbagai fitnah
Mereka memperhatikannya lalu ketika tahu
Bahwa dunia bukan tanah air bagi orang yang hidup
Maka mereka menganggapnya sebagai samudra
Dan menjadikan amal shalih mereka sebagai bahtera (kapal) untuk mengarunginya.[1]

Baca Selengkapnya klik...

Sibukkan Perbaiki Diri

Al Fudhail bin Iyadh Rahimahullah berkata :  
"Hendaknya kamu disibukkan dengan memperbaiki dirimu, janganlah kamu sibuk membicarakan orang lain. Barang siapa yang senantiasa disibukkan dengan membicarakan orang lain, maka sungguh dia telah terpedaya."

Baca Selengkapnya klik...

Jumat, 11 Mei 2012

JADWAL KAJIAN RUTIN DI MASJID FATAHILLAH DEPOK

Insya Allah, berikut jadwal Kajian Salaf di Masjid Fatahillah Depok disiarkan oleh Radio Syiar Tauhid


Hari Waktu Materi Pemateri
Senin 10.50 – 11.45 Fiqih* Ust. Jafar Shalih

12.20 – 12.45 Kitab Tauhid Ust. Muhammad Yahya

Ba’da Maghrib Haady al Arwah ilaa Billadil Afrah Ust. Muhammad Yahya
Selasa 10.40 – 11.45 Fiqih* Ust. Jafar Shalih

Ba’da Maghrib Fiqih Dzikir dan Do’a Ust. Abdullah Sya’roni

Ba’da Isya Daa’ wa ad Dawaa’ Ust. Muhammad Yahya
Rabu Ba’da Maghrib Tathhirul I’tiqod Ust. Muhammad Barmim
Kamis Ba’da Maghrib Shahih Adabil Mufrod Ust. Muhammad Yahya
Jumat Ba’da Maghrib Kajian Tauhid Ust. Jafar Shalih
Sabtu 10.00 – 11.45 Aqidah* Ust. Abdul Jabbar

Ba’da Maghrib Qoulul Mufiid Ust. Ayyub
Ahad 10.00 – 11.45 Adab-adab Penuntut Ilmu* Ust. Khalil

Ba’da Maghrib Riyadhus SHalihin Ust. Ali Basuki

Ba’da Isya Tafsir Juz ‘Amma Ust. Ali Basuki

Disiarkan melalui radio online www.syiartauhid.info
*) jadwal santri madrasah salafiyah

Baca Selengkapnya klik...

Perbanyaklah Istighfar

"Barang siapa yang ingin digembirakan dengan catatan amalannya, hendaklah ia memperbanyak istighfar"
(HR. Thabrani)

Baca Selengkapnya klik...

Sebaik-Baik harta Disimpan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam berkata kepada Muadz bin Jabal : 

"Wahai Muadz ! hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir dan istri yang shalihah yang selalu menolongmu atas perkara dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yang disimpan manusia." 
 (HR. Al - Baihaqi)

Baca Selengkapnya klik...

Jumat, 26 Agustus 2011

Menggapai Keutamaan Lailatul Qadar Ramadhan Tahun Ini..............


Menggapai Keutamaan Lailatul Qadar Ramadhan Tahun Ini..............

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.
Namun keduanya memiliki kebaikan.
Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu.
Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.

(HR.Muslim).

Man Jadda Wa Jada

Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menyampaikan kita dipenghujung 10 hari kedua bulan Ramadhan. Sebentar lagi kita akan memasuki 10 ketiga atau terakhir bulan Ramadhan. Hari-hari yang memiliki kelebihan dibanding lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan ini meningkat amaliah ibadah beliau yang tidak beliau lakukan pada hari-hari lainnya.

Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر - أي العشر الأخير من رمضان - شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله . متفق عليه

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5)

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Bahwasanya (pahala) amalan pada malam yang barakah itu setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan yang tidak ada padanya Lailatul Qadr. 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun lebih. Itulah di antara keutamaan malam yang mulia tersebut. Maka dari itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha untuk meraihnya, dan beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمُ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)

Kapan Terjadinya Lailatul Qadr?

Malam “Lailatul Qadr” terjadi pada bulan Ramadhan.

Pada tanggal berapakah? Dia terjadi pada salah satu dari malam-malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (H.R Al Bukhari no. 1878)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Lailatul Qadr itu (dapat) berpindah-pindah. Terkadang terjadi pada malam ke-27, dan terkadang terjadi pada malam selainnya, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits yang banyak jumlahnya tentang masalah ini. Sungguh telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Bahwa beliau pada suatu tahun diperlihatkan Lailatul Qadr, dan ternyata ia terjadi pada malam ke-21″. (Fatawa Ramadhan, hal.855)

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Adapun pengkhususan (memastikan) malam tertentu dari bulan Ramadhan sebagai Lailatul Qadr, maka butuh terhadap dalil. Akan tetapi pada malam-malam ganjil dari 10 hari terakhir Ramadhan itulah dimungkinkan terjadinya Lailatul Qadr, dan lebih dimungkinkan lagi terjadi pada malam ke-27 karena telah ada hadits-hadits yang menunjukkannya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856)

Malam 27 Paling diharapkan terjadi Lailatul Qadar

Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan t:
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ إِذَا قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ
Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya apabila beliau menjelaskan tentang Lailatul Qadr maka beliau mengatakan : “(Dia adalah) Malam ke-27″. (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Shahih Al-Musnad)

Kemungkinan paling besar adalah pada malam ke-27 Ramadhan. Hal ini didukung penegasan shahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu :

Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadr) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27. (HR. Muslim)

Tanda-tanda Lailatul Qadr

Pagi harinya matahari terbit dalam keadaan tidak menyilaukan, seperti halnya bejana (yang terbuat dari kuningan). (H.R Muslim)

Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan sejuk (tidak panas dan tidak dingin) serta sinar matahari di pagi harinya tidak menyilaukan. (H.R Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar)

Dengan Apakah Menghidupkan 10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr?

Asy-Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz dan Asy Syaikh Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan untuk mengerjakan shalat (malam), membaca Al-Qur’an, dan berdo’a daripada malam-malam selainnya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856)

Di antara bacaan do’a atau dzikir yang paling afdhal untuk dibaca pada malam (yang diperkirakan sebagai Lailatul Qadr) adalah sebagaimana yang ditanyakan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah jika aku mendapati Lailatul Qadr, do’a apakah yang aku baca pada malam tersebut?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bacalah:

اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi Maaf, Engkau suka pemberian maaf, maka maafkanlah aku”. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Maka hendaknya pada malam tersebut memperbanyak do’a, dzikir, dan istighfar.

Baca Selengkapnya klik...

Senin, 12 Juli 2010

Sopir Panggilan Amanah



Bismillah


Anda Mau Keluar Kota.... atau Pulang Kampung.........................


Perlu Sopir



  • Amanah

  • Pengalaman

  • Matic dan Manual

  • Dalam dan luar kota


Hubungi :


Taufiq


0813 1426 0144 / 0815 944 6901 / 0878 8496 1629


Baca Selengkapnya klik...

Rabu, 23 Juni 2010

Madu dan Khasiatnya


Khasiat Madu


Madu

 Madu adalah makanan yang mengandung aneka zat gizi seperti karbohidrat , protein
, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin , pigmen tumbuhan dan komponen Aromatik.
Bahkan dari hasil penelitian ahli Gizi dan pangan ,madu mengandung karbohidrat
yang paling tinggi diantara produk ternak lainnya susu, telur , daging, keju dan
menterga sekitar (82,3% lebih tinggi) Setiap 100 gram madu murni bernilai 294
kalori atau perbandingan 1000 gram madu murni setara dengan 50 butir telur ayam
atau 5,675 liter susu atau 1680 gram daging. Dari hasil penelitian terbaru
ternyata zat-zat atau senyawa yang ada didalam madu sangat komplek yaitu
mencapai 181 jenis .


Khasiat madu telah dikenal sejak jaman Mesir Kuno . Bahkan Ratu Cleopatra telah
menggunakan untuk merawat kesehatan dan kecantikannya.

Selain itu juga madu dipergunakan untuk ramuan pembalseman ( embalming ) untuk
mengawetkan Mummi Raja-raja Mesir Kuno.

Tradisi orang Jepang adalah meminum madu setiap malam agar bangun tidur dalam
keadaan segar dan sehat.

Baca Selengkapnya klik...